Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Efek Rumah Kaca

Apa itu Gas Rumah Kaca

Banyak kegiatan kita yang biasa-biasa aja, apalagi yang jahat misalnya menebang pohon di hutan yang membuat hutan jadi gundul menghasilkan gas-gas yang termasuk kategori Gas Rumah kaca. Gas-gas rumah kaca itu adalah uap air (H20), Karbondioksida (CO2), Sulfur Oksida (So2), NO, NO2 dan senyawa organik Metana (CH4) dan Chloro Fluoro Carbon (CFC). Gas-gas itu bisa menyerap radiasi yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi, dan dia juga bisa memantulkannya kembali ke bumi.

Efek Rumah Kaca

Loh, rumah kaca itu bukan rumah yang banyak kacanya, atau gedung-gedung tinggi yang elok liat itu, yang dinding luarnya hampir sebagian besar ditutupi kaca, itu cuma istilah aja. Istilah ini ya, mulanya di kemukakan dari pengalaman petani yang bercocok tanam, menanam sayur mayur di rumah kaca (rumah kaca bertulan!). maksudnya adalah supaya kaca itu bisa menangkap cahaya matahari yang menghangatkan bumi. Waktu sinar matahari menembus kaca di rumah itu, benda-benda di dalam rumah kaca akan memantulkan kembali gelombang panas (infra merah), tapi karena ada kaca jadi terhalang dan gak bisa keluar, terjebak di dalamnya, akibatnya suhu di ruangan itu jadi lebih panas dari udara luar.

Para petani melakukan itu untuk berhemat, supaya mereka tidak perlu membeli mesin pemanas suhu ruangan. Istilah itu disebut Green House Effect (kok diartiinnya efek rumah kaca sih…? bukan efek rumah hijau..?) 

Yang terjadi pada bumi kita, hampir serupa itulah. Pada waktu matahari bercahaya dan sinarnya mencapai permukaan bumi, energi cahaya kemudian diubah menjadi panas. Permukaan bumi cuma menyerap panas itu sebagian, yang sebagian lagi dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa melalui atmosfer. Tapi karena adanya Gas Rumah kaca, radiasi dari matahari (gelombang panjang) itu ditangkap dan diserap, sehingga tidak dilepaskan ke angkasa luar, akibatnya panas terperangkap di lapisan troposfer. Suhu di troposfer meningkat dan Bumi kitapun jadi semakin panas. Bisa dibayangin khan Loh, kalau bumi jadi semakin panas…

Gunung-gunung Es bisa cair, es di kutub meleleh dan jadi air, airnya mengalir ke samudera, jumlah air di samudera jadi bertambah dan permukaan air laut jadi tinggi, terjadi gelombang pasang dan timbul lah musibah. Panas yang semakin panas juga bisa menyebabkan gelombang panas yang berkepanjangan, dan terjadilah bencana. Panas juga menyebabkan air lebih banyak menguap (dan air yang menguap menjadi lebih banyak karena jumlah air juga bertambah akibat es-es yang mencair itu), dan uap air akan membentuk awan-awan, dan nanti oleh angin yang bertiup kencang, titik-titik air itu dipecah dan turun sebagai hujan. Curah hujan juga semakin tinggi, timbul bencana banjir. Banyak juga orang meninggal sebagai korban. Badai, topan akan sering terjadi, juga membawa bencana.